Tawuran Remaja Bersenjata Tajam Kembali Gegerkan Banjarmasin, Warga Saka Permai Ketakutan
Inews Amuntai- Aksi tawuran antar remaja kembali mencoreng wajah Kota Banjarmasin. Kali ini, insiden brutal tersebut terjadi di kawasan Jalan Saka Permai, Kecamatan Banjarmasin Tengah, pada Sabtu dini hari.
Rekaman CCTV milik warga yang beredar luas di media sosial memperlihatkan lebih dari 20 remaja saling serang menggunakan senjata tajam. Kejadian itu berlangsung cepat, namun cukup lama untuk membuat warga sekitar panik dan berhamburan menyelamatkan diri.
Aksi Brutal Terekam CCTV
Dalam video yang diunggah akun Instagram @beritainformasikal, terlihat sekelompok remaja berlarian di jalan sempit permukiman sambil menenteng senjata tajam seperti parang, celurit, hingga potongan kayu.
Beberapa di antara mereka tampak mengenakan jaket dan masker, mencoba menutupi identitasnya. Tak hanya berjalan kaki, sebagian pelaku juga menggunakan sepeda motor, membuat situasi semakin kacau.
Suara teriakan dan benturan benda keras terdengar jelas dalam rekaman, menunjukkan intensitas perkelahian yang tinggi. Warga pun dibuat ketakutan karena aksi tersebut terjadi di tengah pemukiman padat penduduk.
“Tiba-tiba rame banget di luar, ada yang bawa parang, ada yang teriak-teriak. Kami langsung matikan lampu dan kunci pintu rumah,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Warga Resah, Minta Polisi Bertindak Tegas
Warga sekitar Jalan Saka Permai mengaku semakin resah dengan maraknya aksi tawuran remaja di wilayah mereka. Beberapa bulan terakhir, aksi serupa kerap terjadi hampir setiap akhir pekan, terutama menjelang dini hari.
Dalam sebuah video amatir warga, terdengar seruan minta tolong yang ditujukan ke aparat kepolisian.
“Izin menginfokan, ada gangster di Saka Permai! Polsek Banjarmasin Tengah segera ke lokasi! Banyak banget mereka!” teriak seorang warga yang merekam kejadian tersebut.
Keresahan masyarakat bukan tanpa alasan. Selain mengancam keselamatan, aksi tawuran ini juga berpotensi menimbulkan kerusakan fasilitas umum, mulai dari pagar rumah hingga kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi bentrok.

Baca Juga : Kemendagri Serahkan Bantuan APD untuk Damkar Hulu Sungai Utara, Perkuat Keselamatan Petugas!
Polisi Bergerak Cepat, Lakukan Penelusuran Pelaku
Menanggapi viralnya video tawuran tersebut, pihak Polsek Banjarmasin Tengah dikabarkan langsung turun ke lokasi untuk melakukan patroli dan penyelidikan. Aparat tengah berupaya mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV dan laporan warga.
Pihak kepolisian juga berencana memperkuat patroli malam di sejumlah titik rawan, termasuk kawasan Saka Permai, untuk mencegah bentrokan serupa terulang.
“Kami sedang melakukan pendalaman untuk memastikan siapa saja yang terlibat. Tindakan tegas akan diberikan kepada pelaku yang terbukti melakukan kekerasan dan membawa senjata tajam,” ungkap salah satu sumber kepolisian.
Fenomena Gangster Remaja di Banjarmasin Masih Mengkhawatirkan
Fenomena tawuran remaja yang mengatasnamakan kelompok gangster kini menjadi masalah sosial serius di Banjarmasin. Meski sudah beberapa kali digelar razia dan pembinaan oleh aparat, aksi serupa terus berulang dengan pola yang mirip.
Para pelaku kebanyakan masih berusia belasan tahun, bahkan beberapa di antaranya masih duduk di bangku sekolah menengah. Motifnya pun beragam, mulai dari saling ejek di media sosial, balas dendam antarkelompok, hingga sekadar mencari eksistensi.
Pemerhati sosial di Banjarmasin menilai, dibutuhkan sinergi antara aparat, pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua untuk menekan angka kenakalan remaja yang kini cenderung ekstrem.
“Ini bukan hanya tugas polisi. Orang tua harus tahu dengan siapa anaknya bergaul, sementara sekolah dan pemerintah harus aktif memberikan pembinaan dan kegiatan positif,” ujar salah satu pemerhati sosial kota Banjarmasin.
Harapan Warga: Lingkungan Aman Tanpa Ketakutan
Warga berharap kejadian ini menjadi momentum bagi aparat untuk bertindak lebih tegas dan menyeluruh. Mereka ingin lingkungan tempat tinggalnya kembali tenang tanpa harus dihantui rasa was-was setiap malam akhir pekan.
“Kami tidak mau lagi lihat anak-anak muda berlarian bawa sajam di depan rumah. Tolong ditindak benar-benar,” harap seorang ibu rumah tangga di kawasan Saka Permai.
Dengan meningkatnya patroli dan kesadaran bersama, masyarakat Banjarmasin berharap aksi kekerasan remaja semacam ini bisa segera dihentikan, sebelum menelan korban jiwa.














